Pernahkah kalian berfikir tentang
batasan-batasan mengenai ketertarikan terhadap seseorang? Apa itu suka, apa itu
kagum, apa itu sayang, dan juga apa itu cinta.
Pada pandangan pertama, disaat
orang mengatakan AKU CINTA PADAMU padahal itu baru pertemuan pertama kalian,
perdana dalam melihat dan megetahui mu. Bisa dikatakan itu hanya sebuah lelucon
ataupun gombalan pulau kelapa. Atau bahkan dapat disebut sebagai omong kosong
yang tak masuk akal dan menjijik kan. Bagaimana tidak, dikau harus melalui
tangga pertama untuk bias menginjakkan kakimu ketangga kesepuluh.
Dan kali ini aku akan bahas
penjabaran dan batasan-batasan dari judul di atas.
kagum
Saat pertama kau melihat
seseorang ku katakan omong kosong jikalau kau bilang kau cinta pada saat
pertama melihatnya, terkecuali kau sudah lama mengenal nya, mungkin yang dikau
rasakan hanya sebatas tertarik, atau pun kagum dengan nya. Mungkin karena
keistimewaan nya ataupun kelebihan yang dia miliki tetapi tidak kau temui pada
orang lain, mungkin dia memiliki bakat atau talenta yang kau gemar dan kau sukai.
Nah ini lah yang dinamakan fase kagum terhadap seseorang
suka
mungkin kau telah mendalami lebih
dalam terhadap seseorang yang kau kagumi sebelum nya, dan muncul rasa yang
lebih dari sekedar kagum, dkau mulai menerima akan yg dia miliki dan terjadilah
fase disaat dirimu mulai menyukai diri nya, menyukai setiap apa pun yang di
lakukan nya. Dan fase ini masih sangat jauh dari FASE CINTA.
sayang
di saat fase sayang, aka nada muncul
sikap takut kehilangan tanpa memikirkan resiko lain di belakang nya, di fase
ini kau akan selalu ingin bersama setiap saat, setiap detik dengan orang yang
kau sayang.
Selalu timbul rasa rindu walau
hanya sebentar saja tidak bersama, ingin selalu tertawa bersama, bercanda
bersama dan kemana pun kalau boleh sama,
di fase ini lah orang sering menyebut
yang begini sebagai BUCIN, jikalau belum tau apa itu bucin, silahkan cari tahu
dahulu,
Sebenarnya dalam fase sayang ini
adalah fase yang kejam, ibarat kata nya kau menganggap pasangan mu ini adalah
sebuah boneka mu, sebuah robot mainan mu, atau pun sebuah mainan kesayangan mu.
Yang kau bawa kemana pun yang kau jiniing kemana pun menurut selera dan
kehendak mu tanpa ingin terlepas walau hanya sebentar saja.
Disini lah terpacu egois yang
sangat besar, keras kepala yang kian memicunya emosi keinginan diri sendiri,
kecemburuan mendalam. Tanpa kau sadari ini membuat nya kehilangan jati diri nya
yang sebenar nya.
Bagaimana tidak, di kau tempah
sesuai boneka yang kau inginkan dan tanpa memikirkan jati diri dia yang sebenar
nya. Di fase ini lah banyak pasangan-pasangan muda tersiksa dan sulit
membedakan mana itu cinta dan mana itu sayang. Sebenarnya kehidupan nya berbeda
dengan yang kau inginkan tetapi kau memaksa agar dia seperti yang kau inginkan,
tanpa memikirkan apakah itu yang terbaik untuk dia.
Cinta
Dan tahap yang paling jauh adalah
tahap cinta, ini lah yang paling sulit di gapai sebanar nya paling sulit
dilakukan dan di terima oleh manusia satu dengan yang lain nya.
Bagaimana tidak disini pengorbanan
keegoisan dan bahkan kerelaan sangat-sangat di tuntut di fase ini di saat kau cinta dengan seseorang kau rela
melakukan apa pu, APA PUN itu tanpa piker panjang lagi. Yang tidak mungkin kau
lakukan pun akan kau lakukan demi orang yang kau cinta.
Secara sederhana membedakan
antara sayang dan cinta sangat lah mudah. Ibarat kata ada sepucuk bunga jikalau
kau sayang, kau akan petik bunga tersebut untuk menjadi milik mu sendiri tanpa
kau pikiri bagaimana nasib bunga itu kelak, jikalau kau cinta, kau tidak akan memetic
bunga itu kau akan biarkan kau akan menjaga dan merawat bunga itu, karena kau
sadar dengan memetik bunga itu sama saja kau akan merenggut kebahagiaan dan
juga masa depan bunga itu.
Dengan kisah lain yang sangat dalam,
pasangan mu kedapatan mendua, jikalau kau sayang kau pasti memutusakan nya
tanpa alasan, kau akan pergi dan meninggalkan nya tanpa bertanya sedikit pun dank
au akan menyimpan dendam yang sangat mendalam, mungkin tidak untuk di balas,
tetapi untuk membantu mu menghapus setiap rasa yang pernah ada.
Tetapi berbeda dengan fase cinta,
hal yang pertama kau lakukan adalah bertanya, bertanya secara logis, “ KAU
PILIH AKU ATAU DIA” jikalau dia memilih kau pertanyaan selanjut nya iyalah “KENAPA
KAU LAKUKAN INI” bukan membabi buta, emosi dan mengamuk sesuka mu di saat
pertanyaan kedua banyak penyebabnya, ntah mungkin salah di dirimu, atau pun
salah dimana, dan disini akan ada sikap untuk self correction dan sama-sama
ingin memperbaiki. Kedewasaan sangat di tuntut di kisah ini, karena pada dasar
nya tidak ada manusia yang di lahirkan saling cocok, tetapi pasangan yang baik
akan pandai untuk menyikapi dan menutupi ketidak cocokan tersebut
Salam literasi
Kabersimatupang.com
Berastagi, 9 juli 2019

🖕
ReplyDeleteuhhh panutan ku
ReplyDelete