Berawal
dari kami pergi ke samosir dengan tujuan ingin Nge-camp di salah satu tempat
yang memiliki spot menarik untuk di kunjungi , yaitu Holbung atau lebih
tepatnya bukit holbung, orang-orang
disini menyebutnya dengan dolok
holbung, dan para instagramer ada yang menyebutnya bukit teletubis , di daerah Harian Boho
Sama seperti namanya, tempat ini sangat indah dan menawan,
bak bukit yang di baluti karpet hijau nan mewah
Kami memulai perjalanan dari berastagi menggunakan sepeda
motor, lengkap dengan peralatan ngecamp tentunya, di temani cuaca yang sangat
bersahabat, cerah dan nyaman, kami mulai perjalanan kami sekitar pukul 9 pagi,
Sekitar 3 Jam perjalanan kami tiba di pelabuhan Tigaras, dan bersiap hendak menyeberang
ke samosir, tepatnya pelabuhan simanindo
, sekitar 20 menit tibalah kami di simanindo, berbekal google maps kami
menelusuri samosir dengan tujuan ke desa harian boho
Sekitar satu jam perjalanan tanpa di sadari ternyata di
depan kami sedang ada rajia, mau tidak mau harus berhenti dan menunjukkan
surat2 kami, kebetulan kedua teman saya tidak memiliki surat2 yang lengkap,
akhirnya harus kena tilang,
Tapi walau pun begitu, kami tidak putus asa kami tetap
melanjutkan perjalanan kami, sekitaran setengah jam, akmi bertemu persimpangan,
dan mulai bingung hendak kemana,
Akhirnya kami bertanya kepada warga sekitar, dan kebetulan
ada anak sekolah yang ingin hendak ke arah sana, walau tidak sampai pada tujuan
mungkin ini membantu menurut ku, akhirnya aku ajak dia naik sepeda motor ku
untuk menunjukkan jalan sekalian dia pulang kerumah nya
Awal nya dia ragu, dia mengira kami orang jahat, akhirnya
aku dekati dia dengan menggunakan Bahasa batak, dan dia pun memutuskan untuk
ikut bersama kami, di perjalanan kami banyak bercerita tentang kehidupan di
samosir, dan dia bercerita juga tentang keluarganya, yang paling aku ingat
adalah dia memiliki 11 saudara, dan dia adalah anak paling besar, padahal dia
baru kelas 6 SD, wow bayangkan cobak serapat apa mereka, hahah
Akhirnya tiba di kampung nya, dan dia turun dan dia
menjelaskan jalan menuju ke bukit holbung, tidak berapa lama, akhirnya kami
tiba di tujuan, di sambut gerimis tipis, sebelum kami mendaki, kami meletakkan
peralatan kami, dan bertanya kepada warga untuk mencari makanan, karena sejak
pagi tidak ada makan, keliling2 tempat akhirnya kami menemukan warung makan,
tapi lauknya sudah habis , maklum juga sih, namanya udah sekitaran jam 4, tapi
kami tetap makan dengan seadanya, dan kami juga membungkus nasi putih agar ada
makanan untuk di atas nanti,
Sekitar pukul 5 kami pun mencoba naik menyusuri bukit
holbung ditemani gerimis,,
Sebelum berangkat ke atas, sebenar nya pengelola sudah
mengatakan, jika di puncak nanti bertemu mata air, silahkan cuci muka dan
pamit, menurut ku, buat apa sih mikir dan ngelakuin hal ktu, kita kan udah
modern, dan udah beragama, apa sih fungsinya, tapi kami mengiakan saja
Sekitar beberapa jam kami sampai di puncak dan mulai
mendirikan tenda kami, karena gerimis nya
mulai serius, setelah tenda kami berdiri, kami menghidupkan api guna
menghangatkan badan kami, dan menyeduh kopi kami, karena hujan mulai deras,
kami masuk ke tenda dan mengkonsumsi makanan seadanya,
Sekitar pukul 8 malam, kami baru sadar bahwa salah satu
kunci kendaaraan kami tertinggal atau mungkin terjatuh, berusaha mengingat2
ternyata teman saya lupa mencabut kuncinya saat membuka jok sepeda motornya,
karena khawatir akan kendaraan nya , dan juga karena belum terlalu percaya
kepada orang2 sekitar, kami memutuskan untuk turun dan menempuh hujan, di
temani penerangan yang sangat seadanya, tapi sebelum nya kunci2 kendaraan kami
kumpulkan di satu tempat, dan saya lah yang memegang, karena dari semua saya
orang yang paling tidak teledor, dan selalu was was, ciahhh, muji diri
ceritanya ni…
Karena mungkin khawatir dan sudah panic, dalam hitungan 40
menit kami sampai di bawah, yang tadinya kami menempuh 2 Jam lebih untuk
kepuncak. Akhirnya kami bertemu dengan penjaga kendaraan disana, tapi kami
tidak melihat kendaraan teman kami, dan kami mulai panic, tetapi penjaga tempat
itu menjelaskan bahwa kendaraan kami dalam keadaan aman, karena di pakai
sebentar oleh penjaga satu nya lagi, yang ternyata masih kelas 5 SD, ternyata
dia pergi menjemput peralatan sekolahnya, agar dia dapat berangkat langsung
dari tempat dia berjaga malam
Selang berapalama kami pun ngobrol asik, dan menarik,
seperti pada umum nya bahwa anak traveler itu orang yang sangat gampang
bergaul, dan bermasyarakat dengan orang lain, sembari menyeduh kopi dan
menyantap snack sederhana, akmi
bercerita banyak tentang samosir, dan berencana akan naik ke PUNCAK PUSUK BUHIT di lain waktu,
Tidak terasa udah jam 11, kami pun pamit untuk naik ke tenda
kami, karena hujan lumayan deras, si penjaga kendaraan pun menawarkan kami
untuk tidur dan istrahat di bawah saja, agar kita pagi2 subuh besok naik
katanya, tapi kami tidak hiraukan lagi, dalam pikiran kami, buat apa jauh2 ,
dan udah bawa tenda, tapi tidak tidur di dalam tenda,
Akhirnya kami naik lagi, sekitar 70 persen dari perjalanan
ada sesuatu yang aneh , padahal saya selalu was was dan meraba dompet saya
setiap 1 menit, tapi pada rogohan selanjutnya, saya merasa bahwa dompet saya
tidak ada, padahal 1 menit sebelum nya masih ada, ternyata memang benar dompet
saya sudah tidak ada, lalu saya memberitahukan kepada yang lain dan kami pun
mencari di sekeliling kami, aneh nya sudah berkali2 kami bolak balik ke tempat
kami melintas tadi tetapi tidak juga ada,
kami balik lagi k epos penjagaan memastikan di jalan yang kami lintasi tadi, tetapi hasilnya nihil, panic
semakin panic, karena didalam berisi tentang surat2 berharga, seperti ktp, sim,
stnk, dan lain2 kami juga meminta bantuan kepada penjaga tadi, untuk ikut serta
membantu
Sekitar 3 jam kami mencari kami memutuskan untuk berhenti,
dan berniat melanjutkan nya esok pagi,
karena awan sudah mulai turun dan menutupi jarak pandang kami, dengan
perasaan cemas dan tidak tenang, kami pun bersitirahat,
Sekitar jam 5 pagi, kami bangun dan mempersiapkan sarapan
agar stamina kami setidaknya berisi sedikit, dan kami melanjutkan pencarian,
berjam2 kami cari tetap juga hasilnya nihil,
Sampai pada ketika aku bertemu dengan mata air aku langsung
teringan dengan apa yang di maksud bapak penjaga semalam,
Tanpa piker panjang langsung ku basuh wajah ku dengan air
nya, dan mengatakan, tunjukkan dompetnya oppung , kelihatan konyol memang tapi
gak ada salah nya mencoba pikirku
10 menit dari aku mencuci muka, tiba2 salah seorang teman
saya berteriakk, ini dompetnya katanya,….
Dengan perasaan senang aku langsung menghampiri, dan
berteriak sekencang2 nya, pertanda bahagianya diriku mendapatkan dompet itu
kembali,
tapi.. yang aneh nya
tempat dompet itu jatuh sama sekali tidak di rute yang kami jalani, bahkan
sangat jauh dari tempat kami berada,
karena sudah mulai tenang, kami pun mulai berfoto2 ria, tapi
dengan waktu yang sesingkat mungkin, karena mengejar waktu pulang lagi,,
kami turun dan kami pun menceritakan tentang bagaimana
dapatnya dompet itu,
kesimpulan yang kami ambil. Walau kita sudah modern, walau
kita sudah memliki agama, tetapi tetap percaya bahwa supranatural dunia lain
itu memang ada,
walau begitu kejadian nya, kami tidak jera main2 kesini,
kami tidak bakal ampun kemari, tapi satu hal yang kami dapat, dan kami harus perbaiki untuk kedepan nya
terima kasih telah membaca
No comments:
Post a Comment